Liburan 8 Hari di Jepang? Jangan Lewatkan Tempat Seru ini

Berapa hari Anda bisa menghabiskan waktu sambil mengenali macam-macam keindahan Jepang? Bila memungkinkan, sediakanlah 8 hari untuk bertualang dari Tokyo, bersambung menggunakan bus hingga menikmati kebudayaan lokal di Kyoto sekaligus pulang dari sana. Kami akan mengajak Anda mengalami perjalanan yang berbeda setiap hari.

Perlu persiapan sedikit lebih banyak untuk bisa perjalanan yang berpindah-pindah ini. Jagalah kesehatan Anda dengan membawa vitamin serta obat-obatan pribadi, siapkan akomodasi di tempat yang akan disinggahi, serta packing seringan mungkin karena Anda akan banyak bergerak.

Soal moda transportasi, sebaiknya Anda memilih maskapai yang punya kursi nyaman di berbagai pilihan kelas, seperti ANA Airlines. Maskapai yang satu ini menawarkan in flight meal yang enak, kabin yang indah dan kursi yang lega cukup lega sehingga memudahkan beristirahat selama penerbangan. Dan Anda mendapatkannya di kelas premium economy, yang lebih murah dibandingkan kelas bisnis.

Liburan 8 Hari di Jepang? Jangan Lewatkan Tempat Seru ini

Lalu dari Tokyo, Anda bisa memilih macam-macam moda transportasi lain. Cobalah menggunakan Shinkanses, menyewa kendaraan, atau menggunakan kendaraan umum lain.

Berikut  ini beberapa hal menarik yang harus Anda lakukan selama 8 hari ke depan.

1. Nikmati santapan kuliner izakaya di Tokyo
Hari pertama, keberadaanmu di Tokyo akan hampa kalau tidak diselingi jelajah kuliner. Akan tetapi, mungkinkah anda berpikir makanan-makanan di sana mahal?

Kami sarankan tepis jauh-jauh pikiran itu! Tokyo seperti dapur raksasa yang memiliki banyak pilihan makanan enak. Anda tidak perlu memilih makanan mahal supaya bisa menikmatinya. Sebaliknya, langkahkan kakimu ke daearh Ebisu dan carilah izakaya, yaitu sejenis kedai atau pub kecil khas Jepang.

Ebisu adalah daerah yang terkenal dengan kehidupan malam serta pengunjung dari beragam latar belakang. Mulai dari bar besar hingga izakaya bisa Anda temukan dengan mudah. Rata-rata pengunjungnya pun orang-orang yang pulang kerja atau berusia 30-an.

2. Telusuri Harajuku dan santai ngopi di Aoyama
Hari kedua, langkahkan kaki Anda ke stasiun kereta bawah tanah yang menuju ke arah Harajuku. Begitu Anda keluar dari stasiun, di hadapan Anda sudah membentang Takeshita Street, salah satu jalanan yang selalu dipadati pejalan kaki serta toto-toko fashion.

Dari ujung Takeshita Street, beloklah ke arah Omotesando dan jelajahi deretan toko-toko fashion dengan konsep butik serta café-café di tepi jalan. Anda bisa berhenti sejenak di sini, atau melanjutkan perjalanan ke Kuil Meiji untuk merasakan nuansa religius khas Jepang.

Atau pilihan lainnya, lanjutkan berjalan beberapa menit lagi untuk mencapai Aoyama. Wilayah yang satu ini berisi banyak sekali toko fashion terkenal, seperti Maison Kitsune, Issey Miyake, atau Hanae Mori. Anda juga bisa duduk santai menikmati kopi di sekitar sini, misalnya di Blue Bottle Coffee (asal California), Café Kitsune yang khas Jepang, atau Coutume.

3. Puaskan hasrat mencicipi segala jenis ramen
Eksistensi ramen sekarang mirip dengan sushi; dalam arti Anda bisa memakannya di berbagai belahan dunia, mulai dari New York sampai Jakarta. Akan tetapi jangan samakan cita rasanya dengan ramen asli Jepang!

Makan ramen di negeri asalnya memberikan cita rasa serta pengalaman berbeda. Hari ketiga di Tokyo, cicipilah aneka ramen yang ada (seperti shio, miso, shoyu, tonkotsu dan tsukemen), pelajari cara memesan, cara menyesuaikan mie, topping-nya, serta cara menyeruput -sluuurrrp! sepeti warga lokal.

4. Kelilingi Pasar Ikan Tsukiji
Memang pasat ikan Tsukiji sudah dipindahkan ke tempat baru yang lebih modern, yaitu di Toyosu. Namun soal daya tarik dan kekunoan, sampai sekarang belum ada yang bisa mengalahkan Tsukiji. Karena itu, Anda sebaiknya menghabiskan hari ke-empat di Tokyo untuk berkeliling pasar ikan Tsukiji, memotret, menjajal tiram, makan okonomiyaki dan lainnya.

5. Wisata sejarah di Kanazawa
Hari ke-lima, geser jalur petualangan Anda ke Kanazawa di bagian utara. Mencapai kota ini memang tidak mudah. Anda mesti menggunakan beberapa moda transportasi supaya bisa sampai ke sana. Akan tetapi ada juga pilihan yang cukup praktis, yakni memakai Hokuriku Shinkansen dari Tokyo.

Di Kanazawa, Anda akan merasakan nuansa kota yang kental dengan sejarah, seni, tradisi dan kriya. Distrik geisha dan samurai juga masih ada di sini, karena itu Anda tidak boleh melewatkanya.

6. Melangkah ke selatan, menuju Takayama
Hari ke-enam, Anda bisa diam menghabiskan waktu di Kanazawa atau melangkah ke selatan menuju Takayama. Kota yang disebut belakangan adalah kota bersejarah yang terkenal akan perayaan Takayama Matsuri di musim semi dan musim gugur.

Dari jalur perjalanan ini, Anda juga bisa melipir sebentar ke Hida Furukawa, yang merupakan daerah penghasil daging sapi di Jepang. Kemudian melipir sebentar ke Shirakawa-go, sebuah desa dengan rumah-rumah beratap jerami yang berstatus sebagai situs warisan budaya dunia menurut UNESCO.

7. Nikmati Jepang Kuno di Kyoto
Hari ke-tujuh, Anda akan kembali menikmati paduan nuansa modern dan kebudayaan tradisional di Kyoto. Sediakan waktu satu hari ini untuk berkeliling, baik berjalan kaki atau memakai sepeda, ke kuil-kuil,  kuil shinto, taman-taman khas Jepang, serta gang-gang fotogenic.

Jangan lupa mengunjungi Fushimi Inari, sebuah kuil yang didirikan sebagai persembahan pada Dewi Padi. Di kuil ini juga terdapat Senbon Torii, yaitu deretan gerbang khas Jepang.

8. Rasakan momen Zen sebelum pulang
Hari terakhir, sediakan waktu untuk menenangkan diri serta meresapi seluruh momen petualangan dari Tokyo – Kanazawa – Takayama – Kyoto. Bangun pagi-pagi dan bersantailah di café-café sekitar Kyoto. Sambung dengan berjalan kaki menuju ke kuil dan mintalah biksi setempat untuk memperkenalkan Zen kepada Anda. Coba juga upacara minum the khas Jepang, cicipi juga sake setempat dan membuat keramik mengikuti estetika Jepang.